Depkominfo, Pendukung Situs Porno

Depkominfo Pendukung Situs porno, ini yang pantas terucap dari kita semua, mengapa demikian, ini dikarenakan Depkominfo tidak melakukan pemblokiran terhadap situs-situs porno tersebut ini ungkapan meteri kominfo “Secara garis besarnya kita sudah blokir, tapi situs ini kan tidak hanya satu atau dua tiga melainkan jutaan, ibarat sebuah jalan, kalau jalan tol kita sudah tutup, tapi yang membuat susah masih ada jalan tikus,” katanya usai menghadiri pelantikan Gubernur Sumatera Barat, di kantor DPRD Sumbar, Jalan Khatib Sulaiman Padang," Minggu (15/8/2010)


tentunya kalimat tersebut sangatlah lemah, kenapa lemah? memang situs porno itu mungkin jutaan saya kurang tw juga tapi yang pasti kita bisa lihat dari alexa, atau browsing di forum-forum situs-situs apa aja yang sering di buka dinegeri tercinta ini, dari situ saja depkominfo mulai sudah besar yang dapat ditutup, itu tentunya yang gratisan, kalau yang gratisan udah ditutup tentunya hanya orang yang berduit banyak aja yang bisa menonton di situs berbayar, ya kalau hacker lain cerita ya setidaknya masyarakat indonesia yang tidak begitu mendalami komputer tidak bisa lagi mengaksesnya, gitu aja kok repot ya kan?

pada dasarnya, seolah-olah dan seakan-akan yang saya fikir ialah depkominfo tidak melakukan blokiran terhadap situs-situs tersebut. apa aja kerja mereka (depkominfo) betul tidak. seperti yang telah saya utarakan diatas dari alexa bisa dilihat situs yang banyak dikunjungi di negeri ini you*orn.com, dll tidak ada di blokir.....

hahahaha... wajarkan kalau saya bilang depkominfo berpihak kepada penyedia situs porno tersebut...

depkominfo pendukung, penonton situs porno....

mudah-mudahan dibaca depkominfo..
agar bisa memperbaiki cintranya

Alasan Kenapa Amerika Takut Perang Dengan Indonesia

Alasan Kenapa Amerika Takut berperang dengan Indonesia
Sebenarnya abis Irak, Indonesia mau jadi sasaran berikutnya.
Tapi Pentagon membayangkan jika AS terpaksa harus menyerang Indonesia, berapa kerugian yang harus di pikul pihak AS dan berapa keuntungan pihak Indonesia dari kehadiran tentara AS di sana.
Begitu memasuki perairan daratan Indonesia, mereka akan di hadang pihak bea cukai karena membawa masuk senjata api dan senjata tajam serta peralatan perang tanpa surat izin dari pemerintah RI. Ini berarti mereka harus menyediakan “Uang Damai”, coba hitung berapa besarnya jika bawaanya sedemikian banyak.
Kemudian mereka mendirikan Base camp militer , bisa di tebak di sekitar base camp pasti akan di kelilingi tukang Bakso, Tukang Es kelapa, lapak VCD bajakan, sampai obral Cel-Dam Rp.10000 3 Pcs. Belum lagi para pengusaha komedi puter bakal ikut mangkal di sekitar base camp juga.
Spoiler for serangan Pedagang Kaki Lima:
Kemudian kendaraan-kendaraan tempur serta tank -tank lapis baja yang di parkir dekat base camp akan di kenakan retribusi parkir oleh petugas dari dinas perpakiran daerah. Jika dua jam pertama perkendaraan dikenakan Rp. 10.000,- (maklum tarif orang bule),berapa yang harus di bayar AS kalau kendaraan & tank harus parkir selama sebulan.
Spoiler for serangan tukang parkir:
Sepanjang jalan ke lokasi base camp pasukan AS harus menghadapi para
Pak Ogah yang berlagak memperbaiki jalan sambil memungut biaya bagi kendaraan yang melewati jalan tersebut. Dan jika kendaraan tempur dan tank harus membelok atau melewati pertigaan mereka harus menyiapkan recehan untuk para Pak Ogah. Belum kalo rantai roda tanknya rusak gara2 jalan berlobang.
Spoiler for Jalan Rusak:
Suatu kerepotan besar bagi rombongan pasukan jika harus berkonvoi, karena konvoi yang berjalan lambat pasti akan di hampiri para pengamen,
pengemis dan anak-anak jalanan, ini berarti harus mengeluarkan recehan lagi. Belum lagi jika di jalan bertemu polisi yang sedang bokek, udah pasti kena semprit kerena konvoi tanpa izin. Bayangkan berapa uang damai yang harus di keluarkan.
Di base camp militer, tentara AS sudah pasti nggak bisa tidur, karena nyamuknya busettt, gede-gede kayak vampire. Malam hari di hutan yang sepi mereka akan di kunjungi para wanita yang tertawa dan menangis. Harusnya mereka senang karena bisa berkencan dengan wanita ini tapi kesenangan tersebut akan sirna begitu melihat para wanita ini punya bolong besar di punggungnya. Pas lagi enak2 tidur, para tentara selalu terbangun saat mendengar deru suara pesawat lewat, bukan takut ditembak tapi takut kejatuhan pesawat.
Spoiler for waktu tidur:
Pagi harinya mereka tidak bisa mandi karena di sungai banyak di lalui “Rudal Kuning” yang di tembakkan penduduk setempat dari “Flying helicopter” alias wc terapung di atas sungai.
Spoiler for rudal kuning:
Pasukan AS juga tidak bisa jauh-jauh dari pelaratan perangnya, karena di sekitar base camp sudah mengintai pedagang besi loakan yang siap mempereteli peralatan perang canggih yang mereka bawa. Meleng sedikit saja tank canggih mereka bakal siap dikiloin. Belum lagi para curanmor yang siap beraksi dengan kunci T-nya siap merebut jip-jip perang mereka yang kalau di
dempul dan cat ulang bisa di jual mahal ke anak-anak orang kaya yang pengen gaya-gayaan.
Dan yang lebih menyedihkan lagi badan pasukan AS akan jamuran karena
tidak bisa berganti pakaian. Kalau berani nekat menjemur pakaiannya dan meleng sedikit saja, besok pakaian mereka sudah mejeng di pasar Jatinegara di lapak-lapak pakaian bekas.
Peralatan telekomunikasi mereka juga harus di jaga ketat, karena para bandit kapak merah sudah mengincar peralatan canggih itu. Dan mereka juga harus membayar sewa tanah yang di gunakan untuk base camp kepada para pemilik tanah. Di samping itu mereka juga harus minta izin kepada RT/ RW dan kelurahan setempat, berapa meja yang harus di lalui dan berapa banyak dana yang harus di siapkan untuk meng-Amplopi pejabat-pejabat ini.
Para komandan pasukan AS ini juga akan kena tugas tambahan mengawasi para prajuritnya yang banyak menyelinap keluar base camp buat nonton dangdut di RW 06, katanya ada Inul di sana.
Kalo amrik mulai parade tank, pasti bakal didatengin para bencong2 yang ngiler sama bule2 amrik.
Dukun-dukun yang tersebar luas, tinggal sms reg DUKUN ke 00 omong kosong, kena santet deh smua pasukan mereka..di negara mereka mana ada dukun instan?? Rudal2 juga tinggal disemprot pake air bunga, balik deh ke si pengirim rudal.
Spoiler for dukun:
Palagi Kalau ketemu pasukan OPM atau GAM bakal tambah kacau deh kondisi, perang ma siapa udah ga jelas.
Di saat kekurangan staf, kalo pakai pegawai orang indonesia di basecamp mereka, bisa2 habis anggaran kena korup smua…belum lagi kalau pegawainya kerjasama ma pedagang makanan kaki lima sekitar, uang habis, tentara keracunan smua
Maraknya kasus hipnotis dan penipuan yang dilakukan oknum2 tidak bertanggung jawab akan menyebabkan kehilangan onderdil perang pasukan mereka, contohnya kehilangan celana dalam, kaos2 putih, celana panjang, blum lagi sepatu2..
Pasukan Agen Rahasia khusus Indonesia yang sangat menakutkan: agen Ryan, agen Sumanto dan kawan2nya..mereka specialis dalam hal makan-memakan dan kubur-mengubur.. Ryan juga suka ama cwok2 berotot, kalau pasukan mereka kena ryan trus paginya ngangkang kan jadi ga siap perang?
Spoiler for Agen khusus:

Belum lagi Banyaknya kasus mutilasi di indonesia membuat pasukan mereka jiper duluan, malem2 tiba2 ilang, pagi2 balik tinggal kaki kiri doang yang ada. Banyaknya lokalisasi di Indonesia dengan gadis2 cantik nan montok, membuat Amerika takut pasukannya kelayapan terus tiap malam, pulang dengan ‘senjata’ lemas, ‘n terinfeksi HIV yg bakal membuat pasukan Amrik satu persatu berguguran. Trus tren freeseks anak muda Indonesia, bikin tentara Amrik dengan mudahnya menggaet cewe2 imut Indonesia, ‘n check in di hotel [malah ada yg langsung sikat di semak belukar]. Yg bikin susah kalo cewenya bunting, terpaksa d tanggung jawab dan tinggal menetap bersama mertua. Berkurang lagi dehh jumlah pasukan.. Yg Gawat lagi kalo petugas jaga pos merem dikit, bisa2 satu peleton jadi korban trafficking, stok logistik amblas, kemasukan orgil, pemulung, dijarah massa peralatan tempur mereka. Belum lagi kalo kena banjir, tanah longsor. Hal ini mengharuskan Amrik mengeluarkan dana lebih untuk membeli candid kamera ribuan, anjing penjaga [kalo tentaranya kena gigit, tambah lagi budgetnya buat biaya medis]. Belum lagi kalo ada tetangga yg nyerobot batas patok tanah, bakal sibuk mereka ngurus sengketa dan serangan pun ditunda. Banyaknya mal praktek di Indonesia, membuat Amrik harus merogoh kocek lagi buat bangun RS dan menggaji dokter mereka. Anak muda Indonesia yang kebanyakan cuek dengan kondisi bangsanya, membuat Amrik takut kalo dikacangin dan tidak diladenin oleh pemuda Indonesia, karena sibuk dengan nafsu , freeseks dan kehidupan hura2. Banyaknya kasus bom bunuh diri, membuat tentara Amrik keder, kalo 200juta org bawa bom satu-satu, langsung abiz dah. Dalam perjalanan menuju Indonesia, satu kompi pasukan Amrik sedang ngopi sambil browsing Internet yang disorot ke dinding dgn LCD Proyektor. Tiba-tiba terdengar suara ratusan cangkir pecah. Ekspresi tentara Amrik yg melongo, membuat Kapten Kapal bingung dan menghampiri anak buahnya. Belum sampai ke tempat anak buahnya berkumpul, ratusan anak buahnya serentak menceburkan diri ke laut, dan rela kembali ke negerinya dengan berenang [semua gaya renang mereka pakai, gaya bebas, gaya kupu2, gaya punggung, gaya dada, gaya monyet, gaya gravitasi, pokoknya mereka ga peduli lagi pake gaya apaan yg penting cepet sampe ke tanah Amrik]. Ada satu satu tentara yg masih tersisa, dan Kapten pun buru2 menginterogasinya. “Ada apa soldier?”tanya Kapten. “Anu Kep, semua pasukan abis baca salah satu surat kabar online di Indonesia. Silahkan Baca kep”jawab si tentara. Si Kapten pun membacanya: “Anggota Komunitas Gay Indonesia bertambah pesat. Ayah Tega ‘menunggangi’ anaknya,… dll.” Seketika pun Kapten ikut menceburkan diri ke laut, takut kena sodomi massal. Kapal perang mereka pun sampe saat ini belum ditemukan, dan membuat Amrik rugi besar dan nyaris bangkrut. Satu lagi niy, serangan mahasiswa2 yg tawuran, demonstrasi dan warga yang tawuran antar wilayah bikin tentara2 AS kejebak d jalan n ikut d timpukin! Membayangkan ini semua akhinya Bush dan Rumsfield (Amrik Presidennya masih dia) memutuskan untuk mundur dan balik ke negerinya. Kurang lebih gitu alesan mereka.

Situs XXX yang Paling Banyak Di Akses Di Indonesia


no-porn
no-porn
Fakta Realita
Berdasarkan rangking situs Alexa.com (5 Jan 2009), tercatat ada 6 situs porno yang paling banyak dikunjungi oleh masyarakat Indonesia, yakni:
1. du**a*e*.com (Rangking 31- medium) –> Rank 60
2. re**u*e.com (Rangking 68 – full) –> Rank 115
3. yo**o**.com (Rangking 71 – full) –> Rank 62
4. po****b.com (Rangking 73 – full) –>Rank 99
5. adul***i*n*f***er.com (Rangking 74 – medium) –>Rank >> 150
6. t***8.com(Rangking 92 – full) –>Rank 54
Warna hijau (ranking per September 2009)
Keterangan:
- Sistem penulisan nama situs seperti di atas dimaksudkan agar Anda tidak mengunjungi situs tersebut. (sistem penulisan sudah diubah pada 7 Januari atas masukan yang sangat berarti dari Sdr. Ade Dharmawi)
- Rangking yang tertera merupakan 100 besar situs yang paling aktif di Indonesia
- Medium dan Full merupakan kategori pornografi secara subjektif (kategori medium = semi-full, sedangkan kategori full = benar2 porno)
- Situs seperti youtube (rangking 7) tidak saya masukin, karena persentase konten pornografinya masih sangat kecil.
Dampak yang Terjadi
Setelah 9 bulan lebih Pemerintah mensahkan UU ITE pada April 2008 dan lebih dari 2 bulan DPR menyetujui di undangkan UU Pornografi pada 30 Oktober 2008, ternyata hanya retorika hukum belaka. Kedua jenis UU tersebut yang berfungsi untuk mengatur peredaran media informasi, saat ini masih hanya menjadi objek untuk dilanggar.
Padahal kita tahu bahwa media berperan sangat penting terhadap perubahan tingkah laku, moralitas, sikap, pola pikir masyarakat kita, terutama generasi muda. Dan ironisnya, hingga saat ini, kita dapat dengan mudah menjumpai DVD porno bajakan, komik/majalah porno, acara TV yang merusak (berputar pada masalah  cinta, hedonisme, gosip, ramalan/reg, pergaulan bebas, mistis-religius), dan terakhir situs porno yang tanpa difiltrasi oleh pemerintah.
Sehingga saat ini, terkesan menjadi lumrah ketika seorang remaja SMP menjadi penjajah seks, siswi kelas 2 SMP yang telah berganti-ganti pasangan, siswi SMU yang telah aborsi hingga 2 kali, oral seks, petting, dan segala macam tingkah laku tidak etis telah menjalar kepada generasi muda kita, genarasi penerus bangsa. Belum lagi perilaku konsumtif, hedonisme, hingga kekerasan dan perkosaan. Dan dalam hal ini,  faktor lingkungan atau media memiliki andil, selain faktor keluarga dan sekolah.
Undang-Undang Dibuat hanya untuk Dikoleksi?
Sudah hampir setahun (9 bulan +), kebijakan pemerintah melalui Depkominfo untuk memblokir situs porno yang dilakukan pertama kali pada April 2008 tidak membuahkan hasil. Awalnya pemerintah begitu semangat, dan pada akhirnya ‘hilang tidak berbekas’. Kata orang ‘hangat-hangat tahi ayam’, ya itulah Depkominfo.
Selain itu, Pemerintah SBY bersama DPR, mengesahkan UU Pornografi yang telah berusia lebih 2 bulan, tapi tetap saja tidak ada gunanya. Para politikus hanya lebih senang berpolemik pada soal pola hidup masyarakat kita seperti di Bali, Manado atau Papua. Sehingga memang terkesan, UU Pornografi yang telah disahkan lebih kepada unsur politis.
Saya tidak membahas secara detil kedua UU tersebut, tetapi saya hanya akan mengutip bagian-bagian pentingnya saja, yakni khusus membahas regulasi, pembatasan dan pelarangan situs porno di Indonesia yaitu:
1. UU 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik / ITE (disahkan 21 April 2008 oleh pemerintah) <’sang’ pionir>
Perbuatan yang dilarang tercantum pada pasal 27 ayat 1 yakni
Setiap   orang   dengan   sengaja   dan   tanpa   hak   mendistribusikan   dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat  dapat  diaksesnya Informasi  Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.
2. UU 44 tahun 2008 tentang Pornografi (disahkan 26 Nov 2008 oleh pemerintah atau disetujui DPR pada 30 Okt 2008)
Khusus tentang pencegahan penyebaran penyebaran pornografi yang tertuang pada Bab IV (pasal 17-21) [saya membahas peran pemerintah yakni pasal 17-19]
Pemerintah  dan  Pemerintah  Daerah  wajib  melakukan pencegahan  pembuatan,  penyebarluasan,  dan  penggunaan pornografi. (Pasal 17 )
Pasal 18/19 [18 untuk Pemerintah dan 19 untuk Pem. Daerah]
Untuk melakukan pencegahan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 17, Pemerintah/Pemerintah Daerah berwenang:
a.  melakukan  pemutusan  jaringan  pembuatan  dan penyebarluasan  produk  pornografi  atau  jasa  pornografi, termasuk pemblokiran pornografi melalui internet;
b.  melakukan  pengawasan  terhadap  pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi; dan
c.  melakukan  kerja  sama  dan  koordinasi  dengan  berbagai pihak,  baik  dari  dalam maupun  dari  luar negeri,  dalam pencegahan  pembuatan,  penyebarluasan,  dan penggunaan pornografi.
Kesimpulan
Dengan jumlah pengguna internet yang sangat besar yakni lebih 30 juta pengguna (prediksi netizen tumbuh 20% dari 25 juta ditahun 2008), berarti fasilitas internet telah menjadi fasilitas vital bagi masyarakat kita, terutama siswa-siswi SD, SMP, dan SMA. Sisi positif kehadiran internet tentu disertai hal-hal negatif yang secara sengaja diciptakan oleh mereka yang hanya ingin mencari ‘materi/uang’. Dan pemerintah wajib mengambil peran penting dalam mencegah sisi negatif menular ke masyarakat kita, terutama generasi muda.
Pemerintah harus berperan dikarenakan internet telah menguasai hajat hidup orang banyak, maka pemerintah harus melindungi masyarakat. Dan undang-undang yang telah dibuat dengan dana hingga puluhan miliar rupiah sudah semestinya dijalankan dengan bijak dan tegas. Jika tidak, masyarakat akan semakin tidak percaya pada semua produk hukum yang ada. Seolah-olah kedua UU tersebut hanya diperuntukkan untuk ‘membinasakan’ masyarakat kecil (ekonomi, budaya) daripada kepentingan pemodal besar di stasiun TV, internet, cukong DVD bajakan, atau bos majalah porno.
echnusa – 5 Jan 2009
Selayang Pandang
Terima kasih, rekan-rekan yang telah memberikan masukan yang sangat berarti bagi saya. Rata-rata dari kita setuju untuk menfilter pornografi yang dapat memperparah moralitas bangsa ini yang lagi ‘sakit‘. Berbagai penyakit kronis ‘meng-epedemi’ seperti  korupsi, saling menghina, saling mengutuk, malas, konsumerisme, dan apatis terhadap lingkungan dan sesama. Meskipun juga  ada sebagian yang memiliki pandangan yang berbeda, yang tetap sangat saya hargai.
Saya sangat setuju sekali bahwa gerbang utama dalam menjaga moralitas/perilaku adalah mentalitas dari diri sendiri. Mentalitas dan kepribadian seseorang merupakan akumulasi dari proses pembelajaran dan adaptasi yang di’absorbsi’ dari lingkungan, yakni keluarga, pendidikan [agama, sekolah, lembaga], teman, masyarakat, dan [saat ini] media umum.
Setiap saat diri kita [mentalitas dan kepribadian] selalu berubah [meski dalam tingkat dan kadar tertentu : kecil-besar]. Pandangan, pemikiran, prinsip, dan sikap kita, telah dibentuk sejak kecil. Secara umum, ketika masa kanak-kanak, diri kita ‘terbentuk’ dari orang tua dan keluarga kita. Di masa menuju remaja, diri kita ‘dibentuk’ oleh keluarga, teman dan pendidikan. Di masa remaja, diri kita lebih merupakan refleksi dari lingkungan eksternal dan teman, ketimbang peran keluarga atau pendidikan.
Dan saat dewasa, kita telah memiliki suatu fondasi atau landasan yang [cenderung] kuat dalam memutuskan sesuatu karena kita telah ‘mengukir’ prinsip, kepribadian, keyakinan, pemikiran dan sikap selama perjalanan lebih 20 tahun hidup kita. [asumsi usia dewasa : 20 tahun]
Dan proses terbesar dalam ‘mengukir’ diri seseorang terjadi ketika masa transisi hidup, yakni remaja menuju dewasa. Diperiode tersebut terjadi transformasi yang sangat besar, baik secara fisikal maupun mentalitas. Dan kita tahu bahwa dikala remaja menuju dewasa, input terbesar berasal dari lingkungan luar [teman, media, trend]. Untuk itu, kita sebagai orang yang telah melewati masa-masa itu, saya rasa akan mengerti dan paham betul fenomena tersebut. [ada beberapa pengeculian pada 'pribadi' orang ; misalnya bertobat/berubah di usia 30-an, 50-an bahkan di kala senja].
Dan bagi diri kita yang telah ‘mantap‘, tentu akan mudah menfiltrasi hal-hal negatif, dan mudah menerima hal positif. Tapi, kita perlu sadari bahwa kita hidup tidak sendiri di negeri ini, di dunia ini. Ada begitu banyak orang yang terjeremus tatkala narkoba mudah diperoleh. Ada begitu banyak orang menjadi ‘melek intelektualitas’ tatkala kurannya fasilitas pendidikan. Dan ada begitu banyak generasi muda yang ‘over’ tatkala mengikuti ‘media negatif’. Serta sekokoh-kokohnya diri kita yang merasa ‘kuat‘, kita bisa juga terjerumus  karena ‘kata lingkungan’ [orang-orang].
Dan kita pun tidak bisa naif mengatakan “saya gak butuh gedung sekolah, yang penting niat belajar“. Niat saja tentu belum cukup kita butuh cara, sarana, dan sistem. Hal serupa-pun, kita tidak bisa naif mengatakan, “biarlah situs-situs porno dan kekerasan ‘berkeliaran’, yang penting saya memiliki moral yang kuat“. Kembali saya katakan, niat atau tekad saja belum cukup [terutama generasi muda]. Rasa ingin tahu bagi kalangan remaja akan menjadi ‘bom waktu’ tatkala lingkungan [media] yang negatif kita biarkan, kita  pupuk atau kita kembangbiakan.  Jadi, apakah kita perlu mengambil peran atau tidak, tergantung dari apa yang telah kita ‘ukir’…….Dan tentu, tanpa melanggar [ikut campur] privasi Anda untuk beraktivitas sendiri……
Mengenai dampak dan realitas yang berkembang di kalangan generasi muda [remaja] saat ini, silahkan akses di :
Keprihatinan : Gaya Hidup “Bebas” Remaja Masa Kini (Hedonis, Rokok, Gamer, Narkoba hingga Seks)

Band Yang Tinggal Nama




Suatu hari Radja dan Ratu ingin minum kopi. Tetapi, walau Ada Caffein dan bisa merusak GigiPutih jadi Cokelat, mereka tetap memilih minum kopi dicampur Mocca. Padahal penasihat kesehatan mereka sudah bilang kalau lebih baik minum ST12 yang terbuat dari Hijau Daun teh dari daerah Puncak yang terkenal itu. Mereka senang mendengar puisi Soneta sambil main Domino. Five Minutes kemudian, si Dewa, Mahadewi, dan Samsons datang karena KangenPas mereka sedang menuju Tangga, tiba-tiba Peterpan datang bawa KotakMahkota ber Tahta kan Jamrud. Dengan Naif dan Seurieus –nya, dia berkata “Benda ini hadiah tuk Geisha yang berumur Seventen. “Hello! “dengan gaya Slank dan Gruvi mereka menyindirnya , “Salah masuk kerajaan kali? Di Tipe-X kali nama lo dari Tiket masuk kerajaan sebelah. Lagipula umur segitu masih Virgin tapi dia kan dah gak! Ha ha ha. Sedih nian kalau diperlakukan seperti itu, tapi ia bersikap Netral. Ia pun pulang ke rumahnya, tapi sebelumnya mampir dulu ke Kuburan tuk dapat wangsit. Tiba-tiba, dari atas terdapat cahaya warna Ungu. Armada Pilot datang bersamaan dengan cahaya itu. Mereka serempak berkata Superman Is Dead, bung! Kami hanya bawa Boomerang buatmu tuk menyerang orang-orang yang menghinamu. Setelah itu, mereka lenyap karena adanya Efek Rumah Kaca dan tiba-tiba dia sudah berada di Garasi.

Pasangan Ini telah tidur dengan 3.323 laki-laki/perempuan

Terasa aneh memang jika sebuah pasangan tapi si suami telah meniduri 52 perawan sedangkan istrinya juga melayani seks 49 perjaka. Banyaknya perawan dan perjaka yang dilayani seks itu merupakan bagian dari 3.323 laki perempuan yang pernah mereka tiduri selama 19 tahun "bekerja". Unik kan?

Itulah pasangan Sarah Moore (39) dan Geoff Daniels (40) yang berprofesi sebagai partner pengganti seksual bagi siapa pun yang mengalami masalah di ranjang. Mereka buka praktek profesi itu di Hammersmith, London Barat, Inggris dan Los Angeles, AS.

Pasangan ini membantu orang orang yang bermasalah di ranjang, dengan konsultasi terbuka, memberikan terapi pijat, pelajaran seks dan mempraktekannya tanpa paksaan.


"Kami bangga dengan mata pencaharian seperti ini. Kami tidak pernah merasa buruk dengan tidur bersama suami atau istri orang, bahkan dalam waktu relatif panjang sekalipun tak masalah," kata Sarah dikutip the sun (30/11).

Sarah dan Geoff telah keliling dunia untuk urusan itu sejak profesi unik dijalani 19 tahun silam masa pasangan ini masih muda dan strong. Geoff pria kelahiran Amerika itu mengaku sudah melayani seks kepada 2.162 wanita dan "membantu" memulihkan kepercayaan 52 orang yang kehilangan keperawanan. Sedangkan Sarah sudah melayani seks kepada ribuan lelaki termasuk diantaranya 49 perjaka.

Namun demikian mereka mengaku tak mau disamakan dengan pelacur karena apa yang dilakukan itu adalah bentuk profesi partner. Dia mengaku dibayar bukan untuk ngeseks melainkan melayani konsultasi masalah di ranjang. Sedangkan hubungan seks diakuinya sebagai bagian dari pelayanan itu. Daerah operasi mereka meliputi Inggris, Perancis, Amerika dan Australia.

Sarah sendiri mengaku, telah kehilangan keperawanannya sejak usia 15 tahun ketika bertemu Geoff saat itu berumur 20 tahun sebagai cinta dan pandangan pertama mereka yang akhirnya menikah hingga kini. Dan bermula dari kejadian itu, Sarah berfikir untuk memanfaatkan seks membantu orang orang yang bermasalah di ranjang, yang tentu saja belum digarap oleh para dokter maupun psikolog.

Masalah yang dihadapi oleh "pasien" Sarah maupun Geoff adalah memperlama hubungan seks, disfungsi ereksi, pemulihan penyimpangan seks dan sebagainya. Jika pasien membutuhkan pelayanan praktek seks betulan, maka tak akan ditolaknya.

Sarah mengaku pernah gugup saat pertama melayani seorang pria yang disfungsi ereksi kemudian bisa "bangun" setelah diterapi namun akhirnya "minta" dilayani betulan. Dan akhirnya Sarah pun harus mandi bersih setelah keringatan memijat dan memberikan terapi yang kemudian harus melayani seks kepada pria 51 tahun itu.

Hari berikutnya, pria tersebut mengirim bunga dan mengucapkan banyak terima kasih karena telah mengubah kehidupan rumah tangganya menjadi harmonis. "Hal itu sangat membahagiakan," ujarnya.

Baik Sarah maupun Geoff sama sama sepakat tidak membicarakan apa yang dilakukan terhadap "pasien" mereka masing-masing ketika sudah bertemu lagi di rumah. Profesi semacam ini semoga tidak ada di Indonesia

Linkwithin

Related Posts with Thumbnails
 
Batam Gemerlap Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template